Langsung ke konten utama

Postingan

Penyakit Menahun: Kebut Penyerapan Akhir Tahun

Memang, ini tidak bisa menyalahkan siapa-siapa. Tapi, kenapa kita nggak belajar? Bayangkan, gambar berkas SPM dari kementerian/lembaga yang menumpuk dan antrian di KPPN. Seperti mimpi buruk, kan? Senin, 19/12/2011 12:32 WIB Penyakit Lama, Pemerintah Kebut Habiskan Anggaran di Akhir Tahun Ramdhania El Hida - detikFinance Jakarta - Menteri Keuangan Agus Martowardojo geram dengan 'penyakit' pengelolaan anggaran yang tak kunjung membaik. Penyerapan anggaran baru dikebut di akhir tahun. "Kita harus akui eksekusi kita tidak baik, tidak perlu menyalahkan siapa-siapa, mari menyalahkan diri sendiri. Ini tanggung jawab kita, kuncinya eksekusi, bagaimana kita melaksanakan anggaran," ujar Agus dalam pembukaan Workshop Persiapan Pelaksanaan Anggaran 2012 di kantornya, Jalan Wahidin Raya, Jakarta, Senin (19/12/2011). Agus Marto menyatakan banyak faktor menjadi penyebab anggaran negara tak terserap secara optimal. Salah satunya proses persiapan pelaksanaan anggaran yang m...

[e-KTP] Siapakah “Pelaku Utama” di Balik e-KTP?

Anda ingin tahu siapakah “pelaku-pelaku utama” e-KTP sesungguhnya? Berikut wajah-wajah mereka dari kiri ke kanan: 1. Husni Fahmi (menggunakan baju dinas Kementerian Dalam Negeri, mantan pegawai BPPT yang kini pejabat eselon 3 di Ditjen Dukcapil Kementerian Dalam Negeri), 2. Hammam Riza (Direktur Pusat Teknologi Informasi dan Komunikasi BPPT), dan 3. Marzan A. Iskandar (Kepala BPPT)   Sumber foto: http://www.sindonews.com/read/2011/10/21/435/518568/listrik-jadi-kendala-penerapan-program-e-ktp   Sampai di mana sekarang hasil kerja mereka? Akankah e-KTP bermanfaat bagi kita? Akan menjadi kasus korupsi berikutnya, kah? Mari sama-sama kita ikuti perjalanan e-KTP ini.

Unit Khusus Pengawasan Jaksa: Mengefisienkan Proses Pemberantasan Korupsi

BEBERAPA bulan lalu saya mendapat telepon dari seorang teman saya tentang kedatangan seorang jaksa ke kantor istrinya. Istrinya itu adalah pejabat pada sebuah instansi pemerintah daerah. Saya pikir, pada waktu itu, hanyalah kedatangan biasa. Rupanya, sang jaksa saat kedatangannya sudah mulai mengancam istrinya bahwa ia akan membawa auditor instansi tertentu untuk membuktikan adanya kerugian negara pada kegiatan pengadaan di instansi istrinya itu. Istrinya itu kebetulan menjadi penanggung-jawab pengadaan tersebut, atau biasa dikenal sebagai pejabat pembuat komitmen. Lama saya tidak mendengar lagi khabar tentang kedatangan jaksa tersebut dari teman saya. Sampai kemudian, beberapa minggu lalu saya mendapat BBM darinya. Ternyata, istrinya sudah langsung dipanggil untuk datang ke kantor kejaksaan negeri dengan status tersangka. Selanjutnya, sang jaksa mengancam akan menahan istrinya pada saat tiba di kantor kejaksaan negeri. Akhirnya, dengan negosiasi lewat pengacaranya, disepakati tidak ...

Kalimat Penggugah dari Steve Jobs (Pendiri Apple)

"Ini adalah salah satu mantra saya - fokus dan kesederhanaan. Kamu harus berkerja lebih keras untuk menjernihkan pikiran dan menghasilkan kesederhanaan. Pada akhirnya hal ini akan setimpal. Saat kamu tiba di sana, kamu bisa memindahkan gunung". (BusinessWeek, 1998). "Sangat sulit membuat desain sebuah produk. Kerap kali orang-orang tidak mengetahui apa yang mereka inginkan, sampai kita menunjukkannya pada mereka". (BussinessWeek, 1998). "Menjadi orang terkaya di pemakaman tidak berarti bagi saya...Pergi ke tempat tidur dan mengatakan bahwa kami telah melakukan sesuatu yang luar biasa...Itulah yang berarti bagi saya". (The Wall Street Journal, 1993). "Kamu harus memiliki keyakinan terhadap sesuatu - keinginan, takdir, hidup, karma, apapun itu". (Stanford        commencement speech, 2005). "Pekerjaanmu akan menjadi bagian penting dari kehidupanmu. Satu-satunya cara untuk mencapai kepuasan adalah dengan percaya bahwa apa yang kamu kerjakan ...

[eKTP] Yang Diributkan Itu Sebenarnya Bukan eKTP

Yang ini baru bener eKTP. Yang diributkan di Indonesia itu sebenarnya belum bisa disebut eKTP. Bayangkan, di luar negeri saja inisiatif eKTP masih perdebatan. Koq yach Indonesia sok gagah-gagahan mau bikin eKTP untuk penduduk yang jumlahnya ratusan juta ini. Online ID Verification Plan Carries Risks Minh Uong/The New York Times By NATASHA SINGER Published: September 18, 2011 WHO'S afraid of Internet fraud? Consumers who still pay bills via snail mail. Hospitals leery of making treatment records available online to their patients. Some state motor vehicle registries that require car owners to appear in person - or to mail back license plates - in order to transfer vehicle ownership. But the White House is out to fight cyberphobia with an initiative intended to bolster confidence in e-commerce. The plan, called the National Strategy for Trusted Identities in Cyberspace and introduced earlier this year, encourages the private-sector development and public adoption of online us...

[eKTP] Skandal e-KTP Gamawan Fauzi: Persekongkolan Proyek Rp 5,8 Triliun

Kamis, 15/09/2011 15:24 WIB Skandal e-KTP Gamawan Fauzi Persekongkolan Proyek Rp 5,8 Triliun Deden Gunawan - detikNews Jakarta - Baru saja dimulai, proyek KTP Elektronik (e-KTP) sudah menuai kontroversi. Bau korupsi meruyap dari proyek yang digagas Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) ini. Negara ditaksir merugi hingga Rp 1 triliun. Korupsi dalam proyek senilai Rp 5,8 triliun terjadi dalam proses lelang. Ada indikasi kuat, selama proses lelang terjadi persekongkolan agar tender dimenangkan konsorsium PT Percetakan Negara Republik Indonesia (PNRI). Dugaan persekongkolan itu dilaporkan Perusahaan Umum Percetakan Uang Republik Indonesia (Peruri), salah satu peserta tender yang kalah, ke panitia lelang e-KTP ke Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU). Proses lelang proyek e-KTP berlangsung pada 21 Februari- 1 Maret 2011. Saat itu ada 9 konsorsium yang ikut tender, yakni PNRI, Astra Grafia, Telkom, Berca, Peruri, Murakabi, Mega Global, Transtel, dan I-Forte. Saat prakualifikasi yang...

[eKTP] Skandal e-KTP Gamawan Fauzi: Berkinerja Buruk Diserahi Mega Proyek

Kamis, 15/09/2011 15:36 WIB Skandal e-KTP Gamawan Fauzi Berkinerja Buruk Diserahi Mega Proyek M. Rizal - detikNews Jakarta - Perum Percetakan Negara Republik Indonesia (PNRI) bak kejatuhan durian. Tergabung dalam konsorsium PNRI, BUMN ini termasuk mendapat ikut kebagian jatah proyek e-KTP senilai hampir Rp 6 triliun. Kontrak menggembirakan itu ditandatangani Kementerian Dalam Negeri bersama Konsorsium Percetakan Negara Republik Indonesia (PNRI) secara resmi, 11 Juli 2011. Sebelumnya, panitia lelang proyek e-KTP yang diketuai Drajat Wisnu Setyawan, pada 21 Juni 2011 mengumumkan pemenang tender e-KTP yaitu Konsorsium PNRI dengan nilai penawaran Rp 5,84 triliun. Dalam proyek KTP berbasis Nomor Induk Kependudukan (NIK) secara nasional itu, konsorsium PNRI mengalahkan dua konsorsium peserta tender proyek e-KTP ini, yaitu Mega Global Jaya Grafia Cipta dan PT Astra Graphia. Sesuai kontrak Pekerjaan Penerapan KTP Berbasis NIK (KTP Elektronik) Tahun 2011-2012 antara Konsorsium PNRI dan D...