Di era Pemerintahan Presiden Prabowo, banyak perubahan yang mulai dilakukan. Salah satu perubahan yang banyak mendapat tantangan adalah pendekatan "resentralisasi" pengelolaan negara. Di satu sisi, hal ini akan menciptakan efisiensi dan meningkatkan peluang keberhasilan program dan kegiatan. Apalagi, situasi perang saat ini sangat membutuhkan pendekatan ini. Sayangnya, setelah reformasi dan kejatuhan Soeharto, resentralisasi telah menjadi momok bagi banyak pihak. Tidak aneh jika kemudian para pendukung otonomi daerah menentang pendekatan resentralisasi ini, baik secara terbuka maupun tertutup. Kita bisa melihat, sebagai contoh, beberapa pihak datang langsung ke mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla untuk mengungkapkan penentangan tersebut. Itu sebabnya, tidak aneh jika kemudian Presiden Prabowo dalam wawancaranya baru-baru ini meminta agar pemerintah daerah tidak menentang pemerintah. Sebagai contoh, kebijakan efisiensi yang menggeser anggaran sekitar Rp308 triliun telah memunc...
Data-data berikut ini menarik: Kontribusi SBN terhadap Utang Pemerintah Indonesia Berdasarkan data resmi DJPPR Kementerian Keuangan , kontribusi SBN terhadap total utang pemerintah adalah sangat dominan dan menjadi komponen terbesar dalam struktur utang negara . 1. Komposisi Utang Pemerintah (Data Terbaru 2025–2026) a. Per 31 Desember 2025 (data dirilis 13 Februari 2026 – Kontan) Total utang pemerintah: Rp 9.637,90 triliun Porsi SBN: Rp 8.387,23 triliun Kontribusi SBN: 87,02% dari seluruh utang pemerintah [nasional.k...ntan.co.id] b. Per Kuartal III 2025 (Kompas.com) Total utang: Rp 9.408,64 triliun Porsi SBN: Rp 8.187,55 triliun Kontribusi SBN: 87,02% [money.kompas.com] c. Per November 2024 (IGJ – data Kemenkeu) Total utang: Rp 8.680,13 triliun Porsi SBN: Rp 7.648,87 triliun Kontribusi SBN: 88,12% [igj.or.id] Simpul...