Jumat, 25 April 2008

Hati-Hati Menggunakan Baterai PC Tablet Fujitsu


Sebulan lalu lalu, PC Tablet saya yang bermerk Fujitsu seri 1610 ngadat. Saya membawanya ke service center Fujitsu di sekitar Kuningan, Setia Budi Building.

Tanpa menanyakan kartu garansi karena telah terigister di sistemnya, petugas service center segera melayani. Esok harinya baru diketahui bahwa yang rusak adalah motherboard-nya. Teknisi tidak dapat menjelaskan penyebab kerusakan motherboard ini.

Berhubung garansi spare part 3 tahun, motherboard--yang jika beli sendiri harganya sekitar Rp5 juta--tersebut akhirnya diganti oleh petugas service center yang bernama Okta. Namun, karena sudah masuk tahun ke-2, saya tetap dikenakan biaya servis Rp350 ribu

Dari kejadian ini, saya mau berbagi pengalaman kepada Anda. Ketika menggunakan baterai sebagai sumber tenaga, PC Tablet Fujitsu cenderung lebih panas daripada langsung dicolokkan ke outlet listrik. Saya rasa, inilah kemungkinan besar cepat rusaknya motherboard PC Tablet ini.

Karena itu, sejak kejadian itu, dan saya sarankan juga ke Anda, ketika menggunakan PC Tablet Fujitsu agar seminimal mungkin menggunakan baterai sebagai sumber tenaganya. Baterai yang menyebabkan panasnya motherboard akan memudahkan kerusakan PC Tablet Fujitsu. Kalau pun terpaksa menggunakan baterainya, sebaiknya hanya digunakan pada ruangan yg ber-AC.


Semoga tips ini bermanfaat bagi Anda pemilik PC Tablet Fujitsu.

Pengalaman Melelahkan di Hotspot J.CO


Hari Minggu 13 April 2008 lalu saya mampir di J.CO Donuts & Coffe di Bintaro Plaza. Sambil mencicipi kopi latte seharga Rp26 ribu, yang tentunya cukup mahal bagi kantong orang sekelas saya, saya mencoba mengakses Internet dari Hotspot café ini.

Setelah membayar di kasir dan menunggu antrian dari seorang pria peracik kopi yang tidak terlalu ramah, saya kemudian dipanggil untuk mengambil kopi saya yang masuk dalam antrian. Kalau tidak bertanya, ternyata petugas kopi café ini tidak menawarkan langsung akses gratis hotspot ke Internet yang dipromosikan café ini.

Setelah saya bertanya, apa password hotspot-nya, barulah diberi tulisan password di kertas bill saya, yaitu "hazelle dazele". Cukup bingung, saya tanya ke petugasnya, apakah password itu pakai spasi atau tidak. Dia jawab, “Tidak”.

Kemudian, saya mencoba men-setup akses dengan O2. Aneh juga, signal hotspot-nya hilang-hilang timbul. Yang cukup kuat malah dari café Ola La yg berada di lantai 2.

Setelah berkali-kali mencoba, akhirnya semua usaha gagal total! Saya kemudian bertanya ke petugas peracik kopi, di mana sinyal hotspot yg paling kuat. Dia jawab, “Dekat kasir”. Tanpa tambahan kata "Pak" untuk ukuran orang seumur saya. Saya coba berpindah ke bangku dekat kasir. Ech, malah tidak ada sinyal sama sekali. Saya kemudian bertanya ke kasir, dan dijawabnya bahwa semua sinyal di area tersebut kekuatannya merata.

Ini kali kedua saya mencoba hotspot di J.CO. Tentu, akan melelahkan kalau saya mencobanya untuk ketiga kalinya. Goodbye hotspot J.CO.

Jumat, 11 April 2008

Buku Kudeta Mekkah

Sekitar 2 minggu lalu, saya duduk-duduk di TB Gramedia sambil menunggu anak-anak saya yang sedang bermain di sebuah tempat permainan Bintaro Plaza. Kebetulan, saya duduk di area buku-buku Islam. Iseng-iseng baca, saya tertarik membaca buku "Kudeta Mekkah" tulisan Yaroslav Trofimov yang masih baru terbit. Isi bagian depan buku ini membuat saya tertarik untuk membeli buku ini karena ada hal yang menarik untuk dibaca tentang Mekkah dari perspektif penulis yang bukan beragama Islam.

Dalam buku ini, penulis mencoba berargumentasi tentang adanya kaitan antara kudeta Mekkah yang pernah dipimpin oleh Juhaiman dan gang Al-Qaeda. Saya mencoba membaca buku ini sampai akhir dan selesai pada hari ini. Dengan harga sekitar Rp50 ribu, tulisannya cukup enak dibaca untuk menambah wawasan kita.
Penulis mencoba mengaitkan tindakan Al-Qaeda dengan kaum Wahabbi, Ikhwanul Muslimin, pejuang Afghanistan, dan lainnya di masa sebelumnya. Sayangnya, saya tidak memperoleh informasi yang cukup dari buku ini untuk meyakinkan argumentasi penulis. Terkesan, kejadian yang ada, seperti pembunuhan Anwar Sadad dan lainnya, dicoba untuk dirangkai-rangkai kaitannya dengan Al-Qaeda.

Yang saya tidak mengerti, kenapa TB Gramedia sampai menaruh buku ini di kelompok buku-buku Islam. Saya rasa buku ini lebih tepat ditaruh di kelompok Sejarah atau kelompok buku-buku "Propaganda", kalau memang ada. Mungkin, ini bukan kesengajaan.
Bagi Anda yang mempunyai hubungan kerja dengan TB Gramedia, layak kiranya menginformasikan peletakan ini sebelum nanti malah menjadi isu besar yang dapat menurunkan citra TB Gramedia dari pandangan komunitas Muslim Indonesia.

Rabu, 09 April 2008

KPK Awasi Proyek Nomor Induk Kependudukan

Heran juga jika berita ini kurang banyak dipublish oleh media:

Selasa, 25 Maret 2008 23:03 WIB
KPK Awasi Proyek Nomor Induk Kependudukan
Reporter : Ita Malau

JAKARTA--MI: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) minta agar Departemen Dalam Negeri (Depdagri) transparan dalam pengadaan proyek nomor induk kependudukan/NIK (Single ID Number).

Wakil Ketua KPK Bidang Pencegahan Haryono mengatakan, Depdagri harus menggunakan jalur hukum yang benar untuk setiap pengadaan dalam proyek tersebut karena nilai proyek yang sangat besar. "Sejak 2005 hingga sekarang, dana yang sudah dipakai dalam proyek ini mencapai Rp300 miliar. Khusus tahun 2007 itu mencapai Rp190 miliar," kata Haryono di Jakarta, Selasa (25/3).

Oleh karena itu, proyek tersebut harus dilakukan dengan benar terutama kerja sama dengan para rekanan proyek pembuatan NIK tersebut. "Mendagri berjanji semua NIK dari Sabang sampai Merauke rampung pada 2009," ungkap Haryono.

Ia mengatakan dengan adanya NIK tersebut, masalah KTP ganda secara perlahan-lahan bisa dihilangkan. Dengan demikian, imbuhnya, efek domino dari KTP ganda tersebut juga bisa dihapus.

"Nanti KTP, paspor, SIM itu hanya ada satu nomor saja sehingga tidak perlu lagi repot. Proyek ini sama dengan yang di Malaysia bernama 'My Card.' Semoga proyek ini bersih dari korupsi karena tujuannya baik," tukas Haryono.
Untuk bertukar pikiran mengenai hal tersebut, Mendagri Mardiyanto mendatangi KPK. Mardiyanto mengatakan dari 457 pemerintah kabupaten/kota yangada, 449 diantaranya sudah menyelesaikan proyek NIK tersebut.

"Kami butuhkan KPK sebagai institusi untuk mengawasi proyek pengadaan nomor induk kependudukan agar pengadaannya tidak menyalahi aturan," ujar Mardiyanto seusai bertemu dengan pimpinan KPK.

Mardiyanto menjelaskan target jangka pendek untuk penggunaan NIK tersebut adalah untuk persiapan pemilu 2009. "Selanjutnya, NIK tersebut akan digunakan untuk berbagai kepentingan pribadi," jelasnya. (Dia/OL-03)

Kamis, 03 April 2008

Progress for Rumah Baca Griya Pipit




Dear,

Here are some progresses to "Rumah Baca Griya Pipit".

If you have some books to donate, please send it to:

RUMAH BACA GRIYA PIPIT
Address:Griya Pipit 6 Blok B8 No. 35
Pondok Kacang Timur, Pondok Aren,Tangerang 15226

I remind you again, please make sure you do not send it through the post office. Please send it through your courier to make sure we receive it.