Selasa, 30 November 2010

Enterprise Integration

Beberapa hari ini saya membaca buku enterprise integration yang diberikan oleh staf saya. Tadinya, buku ini diberikan staf saya untuk menjelaskan apa yang dimaksud dengan strategic business analysis (SBA). Ia ingin memperjelas argumentasi saya bahwa selama ini kita sering salah dalam melakukan analisis kebutuhan informasi. Kebanyakan kita dididik dengan pendekatan business process analysis (BPA). Padahal, untuk organisasi sektor publik, di mana proses bisnis biasanya sangat rentan terhadap perubahan politik, adalah salah hanya menggunakan pendekatan BPA. Pendekatan BPA juga diterapkan untuk mendukung efisiensi organisasi melalui TI, bukan untuk kepentingan stratejik. Di sektor publik, mengharapkan efisiensi dengan TI tampaknya hanya cerita siang bolong. Jarang terjadi TI dapat menciptakan efisiensi, apapun argumentasinya.

Buku yang diberikan staf saya menguraikan dalam salah satu babnya SBA. Namun, bukan itu yang menarik bagi saya di buku tersebut, tetapi teknologi EA. Salah satunya adalah portal. Dalam buku ini diuraikan beberapa organisasi yang telah berhasil meningkatkan kualitas bisnisnya melalui portal. Saya membayangkan banyak perusahaan TI yang berskala internasional sudah bisa menerapkan integrasi enterprise ini dengan baik. Ternyata tidak demikian.

Buktinya, saya beberapa minggu lalu melakukan aplikasi melalui IBM untuk kepentingan training tim saya ke Melbourne. Yach, memang saya bisa melakukan registrasi langsung secara online. Yang membuat saya jengkel, ternyata apa yang saya registrasi tidaklah terpantau oleh IBM Indonesia. Rupanya, untuk perusahaan sekelas IBM pun, integrasi enterprise, di mana sudah cross-country, tidak terlalu berhasil dilaksanakan.

Yang kemudian merepotkan adalah ketika kita meminta support dari IBM Indonesia, di mana support tersebut dibebankan pada bill yang akan diterbitkan oleh IBM Australia. Itu semua ternyata totally tidak bisa dilayani. Artinya, masing-masing mereka masih menjalankan bisnisnya secara tidak terintegrasi, berupa silo-silo.

Well, kalau perusahaan sekelas IBM saja tidak bisa melakukan integrasi enterprise, bagaimana mungkin untuk integrasi enterprise di sektor publik. Atau, integrasi enterprise hanyalah cita-cita?

Minggu, 07 November 2010

Good Political Party Governance

Sebuah milis mendiskusikan anggotanya, Misbakhun, yang terkena kasus Century. Ada kecenderungan anggota partai yang lain, teman yang terkena kasus, mencoba mengklarifikasi temannya yang sudah terkena kasus hukum tersebut. Namun, penulis lain menjelaskan dari perspektif yang berbeda. 

Materi tersebut menurut saya bagus sekali untuk didiskusikan setelah merebaknya peran anggota partai yang menyebar ke mana-mana. Di masa lalu, peran ini hanya terkonsentrasi di tangan satu orang, yaitu Suharto. Sekarang ini tidak ada lagi panutan yang powerful, sehingga kekuasaan dan pengaruh anggota partai menjadi tidak terkendali dan semakin “menggemaskan”.

Memang hal ini tidak bisa dipandang secara sederhana. Seringkali sesuatu yang kita lihat sederhana, ternyata tidak sesederhana itu. Secara simpel, memang benar jika kita sudah memasuki dunia politik praktis, banyak risiko yang bisa terjadi. Karena itu, kita harus siap-siap terhadap segala konsekuensinya.

Sering pula, apa yang dilakukan seperti halnya kasus Misbakhun sebenarnya tidak ia lakukan secara langsung. Tapi, sebagai komisaris, jika ia tidak melarang direksi perusahaannya melakukan pelanggaran pun bisa dikenakan sanksi hukum karena ia adalah pengurus perusahaan yang dapat dikenakan sanksi.

Ini juga yang sebenarnya sedang saya diskusikan dengan seorang anggota partai, teman lama saya, terkait dengan beberapa aktivitas partainya di beberapa kementerian. Sekarang ini banyak pihak di kementerian yang mengeluhkan "penggalangan dana" dari partai-partai (ingat juga kasus konsorsium asuransi tenaga kerja yang melibatkan sebuah partai). Yang saya lihat, karena banyak partai baru yang sedang belajar menjadi partai, pengendalian terhadap ini di lapangan sangat lemah. Dengan demikian, banyak pihak mengklaim bahwa penggalangan dana itu adalah untuk "kepentingan ummat".

Kita harus berhati-hati terhadap hal ini. Negara ini sudah diisi oleh orang-orang yang pintar untuk menghantam pihak lain yang tidak suka dengan salah satu pihak. Mirip seperti kasus Misbakhun, nantinya sekecil apapun kesalahan itu, pada era berikutnya kita tinggal menunggu waktu akan banyak Misbakhun-Misbakhun lainnya jika partai tidak mengendalikan cara melakukan penggalangan dana itu. Entah itu benar untuk dana partai atau tidak.

Yang jelas, sebuah partai harus mempunyai good political party governance juga. Mereka adalah juga salah satu komponen governance sebuah negara. Karena itu, setiap ada info tentang penyalahgunaan “pengaruh” partai oleh anggota partainya, pengurus partai harus menyelidikinya. Jika tidak benar, partai harus membangun kembali image buruk yang dikembangkan oleh pihak-pihak tertentu. Jika benar, partai harus berani menarik anggotanya dan memberi sanksi yang tegas sebelum malah nanti diadili oleh hukum negara, walaupun anggota partai itu adalah ustadz yang sangat dihormati.

Yang lebih parah lagi, sekarang ini bukan hanya anggota-anggota partai yang terlibat di sebuah kementerian yang sudah menjengkelkan para pihak. Ternyata, keluarga anggota partai yang kebetulan menjadi menteri pun ikut-ikutan terlibat. Entah itu benar atau tidak.

Khusus untuk partai teman saya itu, anehnya, saya belum melihat tindak-lanjut apapun terhadap yang sudah saya sampaikan kepadanya tentang ini, walaupun respon sms cepat dilakukan.

Saya tidak ingin kita mengulangi masa lalu. Di mana kita pernah saking membencinya pada pihak tertentu, misalnya anggota partai, karena tingkah-lakunya, akhirnya kita membantai seluruh anggota atau pihak yang terlibat dengannya secara habis-habisan di periode pemerintahan berikutnya (ingat kasus partai komunis). Kita harus menjaga agar bangsa ini semakin beradab. Salah satu cara sederhana adalah segera menindaklanjuti "kegerahan" yang sekarang muncul di kementerian-kementerian terhadap terlalu masuknya komponen-komponen partai ke dalam urusan-urusan internal kementerian.

Itu kalau kita tidak ingin mucul Misbakhun-Misbakhun baru. Terlepas ia sebenarnya bersalah atau tidak.

Hotel Horison, Bandung, 7 November 2010