Senin, 27 April 2009

Publikasi di Internetworking Indonesia Journal (IIJ)

Dear,

Ada sebuah penilitian di tempat saya yang menarik tentang prilaku pengguna layanan WAN instansi pemerintah, dengan studi kasus di BPKP. 

Penelitian ini telah dipublikasikan di  Internetworking Indonesia Journal (IIJ) sebagaimana info berikut bersama tulisan lainnya. Silahkan mengaksesnya, free!

-------------------------------------------------------------------------------------------------
Dear Colleague,

The Inaugural Issue (Vol.1/No.1) of the Internetworking Indonesia Journal (IIJ) has just been published. You can get free access to the papers (PDF) at the following location:

http://internetworkingindonesia.org/iij-vol1-no1-spring2009.html

Here is the Table of Contents:

The Overhead and Efficiency Analysis on WiMAX's MAC Management Message 
by Ardian Ulvan, Vit Andrlik & Robert Bestak

Loop-back Action Latency Performance of an Industrial Data Communication Protocol on a PLC Ethernet Network 
by Endra Joelianto & Hosana

"Wayang Authoring": A Web-based Authoring Tool to Support Media Literacy for Children
by Wahju Agung Widjajanto, Michael Lund, & Heidi Schelhowe

Studi atas Prilaku Pengguna Layanan Wide Area Network (WAN) BPKP 
by Desi Nelvia & Rudy M. Harahap

Issues in Elliptic Curve Cryptography Implementation 
by Marisa W. Paryasto, Kuspriyanto, Sarwono Sutikno & Arif Sasongko

Hormat kami.

Thomas Hardjono (MIT Kerberos Consortium)
Budi Rahardjo (ITB)
Kuncoro Wastuwibowo (PT Telkom)
----------------------------------------------------------

Rabu, 15 April 2009

*Terimakasih, Maaf dan Tolong*

Dari sebuah milis:
Dikisahkan, di sebuah pesta perpisahan sederhana pengunduran diri seorang direktur. Diadakan sebuah sesi acara penyampaian pesan, kesan, dan kritikan dari anak buah kepada mantan atasannya yang segera memasuki masa pensiun dari perusahaan tersebut. Karena waktu yang terbatas, kesempatan tersebut dipersilahkan dinyatakan dalam bentuk tulisan. Diantara pujian dan kesan yang diberikan, dipilih dan dibingkai untuk diabadikan kemudian dibacakan di acara tersebut, yakni sebuah catatan dengan gaya tulisan coretan dari seorang office boy yang telah bekerja cukup lama di perusahaan itu. 

Dia menulis semuanya dengan huruf kapital sebagai berikut, “Yang terhormat Pak Direktur. Terima kasih karena Bapak telah mengucapkan kata “tolong”, setiap kali Bapak memberi tugas yang sebenarnya adalah tanggung jawab saya. Terima kasih Pak Direktur karena Bapak telah mengucapkan “maaf”, saat Bapak menegur, mengingatkan dan berusaha memberitahu setiap kesalahan yang telah diperbuat karena Bapak ingin saya merubahnya menjadi kebaikan. Terima kasih Pak Direktur karena Bapak selalu mengucapkan “terima kasih” kepada saya atas hal-hal kecil yang telah saya kerjakan untuk Bapak.Terima kasih Pak Direktur atas semua penghargaan kepada orang kecil seperti saya sehingga saya bisa tetap bekerja dengan sebaik-baiknya, dengan kepala tegak, tanpa merasa direndahkan dan dikecilkan. Dan sampai kapan pun bapak adalah Pak Direktur buat saya. Terima kasih sekali lagi. Semoga Tuhan meridhoi jalan dimanapun Pak Direktur berada. Amin.” 

Setelah sejenak keheningan menyelimuti ruangan itu, serentak tepuk tangan menggema memenuhi ruangan. Diam-diam Pak Direktur mengusap genangan airmata di sudut mata tuanya, terharu mendengar ungkapan hati seorang office boy yang selama ini dengan setia melayani kebutuhan seluruh isi kantor. Pak Direktur tidak pernah menyangka sama sekali bahwa sikap dan ucapan yang selama ini dilakukan, yang menurutnya begitu sederhana dan biasa-biasa saja, ternyata mampu memberi arti bagi orang kecil seperti si office boy tersebut. 

Terpilihnya tulisan itu untuk diabadikan, karena seluruh isi kantor itu setuju dan sepakat bahwa keteladanan dan kepemimpinan Pak Direktur akan mereka teruskan sebagai budaya di perusahaan itu. Tiga kata *”terimakasih, maaf, dan tolong”* adalah kalimat pendek yang sangat sederhana tetapi mempunyai dampak yang positif. 

Namun mengapa kata-kata itu kadang sangat sulit kita ucapkan? Sebenarnya secara tidak langsung telah menunjukkan keberadaban dan kebesaran jiwa sosok manusia yang mengucapkannya. Apalagi diucapkan oleh seorang pemimpin kepada bawahannya. 

Pemimpin bukan sekedar memerintah dan mengawasi, tetapi lebih pada sikap keteladanan lewat cara berpikir, ucapan, dan tindakan yang mampu membimbing, membina, dan mengembangkan yang dipimpinnya sehingga tercipta sinergi dalam mencapai tujuan bersama. Tentu bagi siapapun kita perlu membiasakan mengucapkan kata-kata pendekseperti terima kasih, maaf, dan tolong dimana pun, kapan pun, dan dengan siapa pun kita berhubungan. Dengan mampu menghargai orang lain minimal kita telah menghargai diri kita sendiri.

Selasa, 07 April 2009

Statistik Internet

Bagi Anda yang sedang melakukan riset terkait dengan teknologi informasi, sumber berikut sangat penting untuk Anda:
http://www.internetworldstats.com/ Pada alamat ini Anda akan memperoleh statistik pertumbuhan pengguna Internet masing-masing negara di dunia. Sangat komprehensif!
"A useful resource for international market research, containing Internet statistics, broadband penetration, world population data and global trade information. This website is updated frequently"



Kamis, 02 April 2009

"Mengambil Pelajaran dari Pengadaan TI di KPU"

Dari sebuah diskusi tentang pengadaan TI KPU di sebuah milis, perkenankan saya untuk menyampaikan beberapa catatan yang dapat kita ambil sebagai pembelajaran. Namun, dalam tulisan ini saya memfokuskan pada hal yang terkait dengan regulasi pengadaan, sesuai dengan latar belakang saya sebagai pemegang sertifikasi ahli pengadaan dan mantan auditor, dan juga pendamping dalam beberapa proses pengadaan TI instansi pemerintah. Saya tidak bermaksud tulisan ini menjadi polemik atau memojokkan salah satu pihak tertentu saja, tetapi tulisan ini dimaksudkan untuk pembelajaran kita bersama ke depan. .

Pembelajaran pertama, tidaklah mesti suatu pengadaan itu harus dilaksanakan secara lelang terbuka. Akan tetapi, dalam pengadaan TI sangat penting bagi panitia pengadaan bersama user-nya untuk terlebih dahulu melakukan kajian terhadap barang/jasa yang akan diadakan. Hasil kajian ini akan menentukan apakah suatu pengadaan layaknya dilaksanakan dengan cara lelang terbuka, lelang terbatas, pemilihan langsung, penujukan langsung, atau malah swakelola. Ketika akhirnya sebuah pengadaan diputuskan menggunakan lelang terbuka, maka setiap pihak harus menjaga agar suatu pengadaan tidak memihak pada suatu produk atau teknologi tertentu.

Jika karena suatu kebutuhan, yang sebelumnya telah melalui kajian, memang suatu produk atau teknologi tertentu ternyata harus digunakan dan hanya ada satu pabrikan atau penyedia terhadap produk tersebut atau patennya dimiliki oleh satu pihak tertentu, dan apalagi jika benar-benar produk bangsa Indonesia sendiri--produk dalam negeri--maka pengadaan dapat dilakukan dengan cara penunjukan langsung terhadap produk atau teknologi tersebut, yang dipisahkan pengadaannya dari barang/jasa lainnya yang memang mesti dilakukan dengan lelang terbuka. Pada mekanisme penujukkan langsung ini harus dilakukan negosiasi dengan satu pihak, yaitu pabrikan atau penyedia tersebut sehingga diperoleh suatu harga yang wajar yang tidak merugikan keuangan negara.

Dalam hal ternyata berdasarkan kajian terdapat beberapa pabrikan atau penyedia yang dapat menyediakan produk atau teknologi tersebut, tetapi jumlahnya terbatas [tidak banyak], maka dilakukan lelang terbatas. Namun, lelang terbatas tetap memberi peluang kepada pihak lain untuk melakukan penawaran dan berpartisipasi dalam proses lelang terbatas tersebut untuk mengantisipasi jika kebetulan ada penyedia yang terlewat dikaji kemampuannya pada waktu proses kajian.

Jika karena sesuatu hal satu peserta dalam proses lelang ternyata memandang adanya suatu konflik kepentingan pada dirinya, maka ia harus mengungkapkan konflik kepentingan tersebut. Panitia pengadaanlah yang memutuskan apakah konflik kepentingan itu akan mempengaruhi secara signifikan persaingan yang sehat dalam proses selanjutnya.

Setiap pihak mestinya tidak lagi memandang secara sederhana suatu konflik kepentingan. Sebab, dengan semakin cerdasnya masyarakat dan gencarnya pemberantasan korupsi, maka setiap proses lelang di negeri ini, secara sadar atau tidak, telah diamati langsung oleh masyarakat, baik masyarakat yang merupakan pegawai suatu instansi pemerintah atau masyarakat umum yang kebetulan terkait aktivitasnya dengan instansi tersebut.

Suatu konflik kepentingan yang tidak dideklarasikan sejak awal, biasanya akan memunculkan "surat kaleng" seperti halnya yang dipublikasikan oleh Komunitas Peduli... Surat kaleng ini jika tidak ditangani secara tepat bisa menjadi blundering bagi banyak pihak. Sebab, banyak auditor atau penyidik di Indonesia yang masih bekerja hanya berdasarkan surat kaleng tersebut. Audit atau penyidikan bisa menjadi bias dan terfokus pada isi surat kaleng tersebut sebagai sebuah
case. Akhirnya, bisa terjadi suatu kondisi di mana suatu pihak telah merasa bekerja dengan baik, malah berurusan dengan kasus hukum di masa-masa akhirnya, yang ini tidak hanya melanda pejabat/pegawai instansi pemerintah, tetapi juga pihak swasta.

Kedua, ketika kita membuat suatu analisis yang dipublikasikan ke media massa secara terbuka, maka kita harus berhati-hati sekali. Apalagi jika hal itu menyangkut nama sebuah lembaga negara. Suatu analisis akan membentuk opini dan persepsi masyarakat akan sesuatu hal. Karena itu, lembaga yang merasa telah dipersepsikan negatif oleh analis tersebut sangat perlu untuk mengimbanginya, yaitu dengan memberikan klarifikasi dan bantahan seperlunya jika yang
dipersepsikan tersebut tidak benar. Untuk kepentingan ini, unit yang menangani complaint di setiap lembaga sangat perlu dioptimalkan.

Ketiga, dalam suatu penugasan sangat penting untuk memahami posisinya masing-masing. Setiap pihak mestinya harus saling menghormati posisi pihak lain terkait dengan profesionalisme masing-masing. Memang kita akan sering mengalami benturan dalam suatu penugasan atau pekerjaan. Namun, di situlah sebuah due process. Sepanjang kita sudah terlibat dalam due process tersebut, maka kita harus mengikuti keputusan apapun yang dihasilkan oleh due process tersebut.

Demikian catatan dari saya. Jika ada yang akan menambahkan, terutama untuk kepentingan pembelajaran bagi diri saya, silahkan ditambahkan. Silahkan dikoreksi. Saya akan terus open minded.

Catatan Tentang Konflik Kepentingan di TI KPU

Mohon maaf tulisan sebelumnya yang berada di alamat ini saya unpublish:
http://rudymh. blogspot. com/2009/ 03/tentang- konflik-kepentin gan-di-ti- kpu.html.

Namun, pandangan saya sebelumnya tentang conflict of interest ini bisa dilihat pada diskusi di milis egov-indonesia.