Selasa, 27 Januari 2009

Tentang Integrasi

Di negeri ini banyak yang salah kaprah, terutama di dunia TI. Salah kaprah yang sering adalah definisi "integrasi". Masyarakat awam yang belajar end-user computing, apalagi yang dasar ilmunya bukan TI (termasuk saya), banyak berkembang di Indonesia. Salah kaprah itu diperparah ketika mereka biasanya belum pernah melewati fase mainframe (kecuali kalau sudah iseng-iseng pernah baca buku mainframe). 

Salah kaprah di persilatan TI Indonesia  adalah dalam mengartikan integrasi adalah integrasi aplikasinya (sisi interface). Padahal, ini adalah salah. Akibatnya, banyak programmer yang tidak berpengalaman mencoba-coba untuk menggabung beberapa aplikasi/fasilitas yang memang mestinya secara interface terpisah, ternyata dipaksa untuk digabung. 

Sebenarnya, yang perlu diintegrasikan adalah datanya (data integration). Namun, perkembangan berikutnya, ternyata data integration pun sulit dilakukan. Karena itu, muncullah "information integration". Itulah kenapa muncul istilah datawarehouse, cube, dan sejenisnya.  Sistem Kendali Akuntabilitas Presiden (PASS) yang dimotori oleh BPKP adalah salah satu contoh ketika kita bicara integrasi informasi, yang bukan lagi bicara pada level integrasi data. Begitu juga ketika kita mulai memasuki dunia Portal. 

Kemudian, saat ini berkembang topik "application integration". Namun, perlu diingat, ini sebenarnya juga bukan aplikasinya yang diintegrasikan, tetapi bagaimana membuat cara di sebuah sistem sehingga data/informasinya bisa dipertukarkan dan diintegrasikan. Nanti, di masing-masing sistem akan dipasang sebuah adapter atau sejenisnya sehingga pertukaran dan integrasi data itu bisa tercapai. Biasanya, di tengah-tengah sistem pertukaran akan dibuat semacam hub. Beberapa hal seperti XML dan web services adalah awalan munculnya topik application integration

Jadi, supaya ke depan tidak bingung dan tidak salah arah, kita semua perlu menyadari prinsip dan definisi dari integrasi ini terlebih dahulu.

Sebenarnya, integration itu ada 3 macam, yaitu:
- Tight integration
- Moderate integration
- Loose integration

Kemudian, integration itu juga mencakup 4 aspek:
- Business process integration
- Application/system integration
- Data/Information integration
- IT infrastructure integration

Kita sering mengasumsikan bahwa dalam kehidupan ini bisa dilakukan tight integration. Itu adalah salah. Ketika kita membicarakan tight integration, sebenarnya seperti kita membicarakan cita-cita yang setinggi langit. Dalam praktiknya, orang hanya bisa optimal dan berusaha melakukan moderate integration, yaitu dengan teknologi datawarehouse. Biasanya, ini berjalan dengan baik jika inisiatif integrasi dilakukan dalam satu entiti. Dalam hal tertentu, jika moderate integration tidak bisa dilakukan, yang paling optimal adalah melakukan loose integration, yaitu pertukaran data (data exchange). Ini biasanya terjadi dalam praktik B to B system

Yang sering juga kita lupa, kita sering hanya membahas data/information integration, tanpa menengok lebih dulu business process integration. Beberapa hal menjadi bermasalah karena tidak adanya pengkajian BP integration terlebih dahulu. Mestinya, BP-nya dulu yang diintegrasikan, baru kemudian kita bicara data/information integration. Kemudian, perlu dilihat apakah memang application system-nya perlu diintegrasikan, termasuk IT infrastructure-nya.